Fenomena Indera Ke 6 dan Kemampuan Melihat Makhluk Halus


Dunia Klenik - Hanya orang terpilih yang memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang tidak dapat dilihat oleh mata orang lain. Akan tetapi, bakat istimewa itu ternyata tak selalu membuatnya bahagia. Sebut saja Laila(bukan nama sebenarnya), gadis yang kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta ini mengakui sering merasa depresi gara-gara kemampuannya itu.

Menurut pengakuan salah seorang kawan dekatnya, kemampuan ini sudah Laila rasakan sejak duduk dibangku SD, seringkali ia melihat sosok yang tidak bisa dilihat orang lain pada umumnya. Merasa takut, pengelihatannya itu tidak ia hiraukan. Ketika Laila menceritakan tentang hal ini pada keluarganya, bahkan keluarganya malah bilang “ah, kamu hanya membayangkan yang tidak-tidak”. Laila pun lebih percaya pada omongan itu dari pada pengelihatannya. Namun, ketika menginjak remaja ‘penglihatan’ Laila semakin jelas dan makin banyak keaneha-keanehan terjadi. Bakat Indra ke enam memberinya kemampuan untuk melihat makhluk gaib.“Bakat ini sangat menyeramkan untukku, apa lagi wujud mereka yang aneh paling sering menyerupai manusia, perempuan, laki-laki bahkan ada yang berwujud balita,” tutur Laila.

Awalnya banyak orang yang tidak percaya dengan apa yang Laila ceritakan tentang kemampuan anehnya itu. Sampai suatu ketika kami pergi untuk berlibur dan menginap di sebuah villa, banguan rumah tua ditengah perkebunan. Berhubung villa yang kami singgahi hanya terdapat dua kamar tidur, akhirnya kami tidur beramai-ramai.  Saat tengah malam Laila terbangun karena mendengar suara ribut-ribut dari arah pintu keluar menuju beranda depan/teras. Seketika itu kuduknya terasa dingin seperti dilewati angin lembut namun teramat dingin. Laila tersentak beberapa ‘noni Belanda’ dengan pakaian zaman kolonial tampak berseliweran didepan pintu ruang depan. Tidak lama berselang ia melihat beberapa ‘tentara Belanda’ sedang berbaris. Yang membuat heran, tidak ada satu pun teman-temannya yang terbangun dengan hiruk-pikuk yang terjadi malam itu.

Karena tidak ingin membuat takut yang teman lainnya, Laila lalu mengubah posisi tidurnya, memunggungi beranda depan/teras, mengucap doa-doa dan mencoba untuk kembali tidur. Keesokan harinya saat ia menceritakan pengalamannya itu kepada kawan-kawan lainnya. Mereka tentu saja menjadi ribut dan mengajak untuk segera pulang. Dan semenjak itulah kami mempercayai kalau Laila benar-benar mempunyai kemampuan indra keenam untuk melihat hal-hal gaib.

Kalau banyak orang yang ingin memiliki indera keenam atau six sense, beda halnya dengan Laila. Bila ia boleh memilih, lebih baik kemampuan ini diambil saja.  "Saya sangat penakut dan tersiksa dengan kelebihan ini", ucap dia. Merasa frustasi, Laila pun sempat berpikir melakukan ‘penutupan aura’ supaya tidak bisa melihat makhluk gaib lagi. Tetapi setelah dia berdiskusi dengan ibunya, Laila mengurungkan niatnya itu.  “kemampuan saya ini ucapnya, didapat secara turun-temurun  dari pihak keluarga Ibu dan bapak. Tetapi kemampuannya berbeda-beda. Ada sebagian orang dari keluarga saya hanya dapat merasakan, tak sampai bisa melihat jelas seperti saya,” ungkapnya. "Sampai sejauh ini, saya hanya sungguh-sungguh meminta kepada Allah agar selalu dilindungi dan tidak diberi penampakan atau firasat buruk menyangkut orang-orang yang saya sayangi, terlebih saudara-saudara saya".

Seperti yang kita tahu, ada orang-orang yang memiliki sensitifitas tertentu, seperti bisa melihat masa depan atau masa lalu, melihat makhluk gaib atau bisa mendengar frekuensi suara diatas atau dibawah 20 disebel (frekuensi normal) disebut mempunyai indra keenam atau six sense, akan tetapi belum tentu juga itu adalah indera keenam.  Mungkin saja itu indera ketujuh, atau bisa saja indera kedelapan dan indera-indera seterusnya.

Menurut Monty Satiadarma, salah satus Psikolog, kemampuan-kemampuan khusus tersebut memang belum diakui sebagai bagian dari ilmu psikologi. Bukannya menolak, namun karena belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Walau Bagaimana, ilmu pengetahuan/science memiliki empat persyaratan yang tidak dapat ditawar-tawar yaitu ada objeknya, metode/cara, sistematika, dan berlaku universal. Oleh sebab itu, untuk sementara ini bakat-bakat istimewa itu masih dimasukan kedalam ranah prapisikologi (mendekati/menyerupai psikologi atau belum menjadi psikologi). Mungkin saja saat ini masih dikategorikan sebagai misteri. Namun, bila kelak sudah terjawab secara ilmiah, sudah pasti namanya bukan lagi misteri.

Tentunya tidak ada yang salah pada mereka yang memiliki berbagai bakat khusus seperti yang dialami Laila. Apalagi bila sampai disebut abnormal/diluar kewajaran/tidak normal. Jika bakat itu mau ditolak, silahkan saja. Dan jika mau dikembangkan, pun tak mengapa. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kemampuan tersebut digunakan untuk hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan.  Dan bukan malah sebaliknya, membodohi dan menyesatkan manusia.

0 Response to "Fenomena Indera Ke 6 dan Kemampuan Melihat Makhluk Halus"